....Selamat Datang Di Blog Wasbitnak, Menuju Wasbitnak Profesional ....Selamat Datang Di Blog Wasbitnak, Menuju Wasbitnak Profesional....

Kamis, 27 Juni 2013

Kambing Lakor

Kambing Lakor merupakan salah satu rumpun kambing lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, dan telah dibudidayakan secara turun-temurun, yang  merupakan kekayaan sumber daya genetik ternak asli Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan

Kambing Lakor mempunyai keseragaman bentuk fisik dan komposisi genetik serta kemampuan adaptasi dengan baik pada keterbatasan lingkungan dan mempunyai ciri khas yang berbeda dengan rumpun kambing asli atau kambing lokal lainnya.

Karakteristik kambing Lakor berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 2912/Kpts/OT.140/6/2011 Tentang Penetapan rumpun kambing Lakor, terbagi menjadi 2 yakni secara kualitatif dan kuantitatif:


Sifat kualitatif kambing Lakor yaitu tubuh dominan : kombinasi warna polos dan belang putih – kehitaman, kepala : dominasi hitam, dan belang putih dengan warna sekitar mata umumnya hitam serta memiliki garis muka melengkung. Warna telinga : mengikuti warna tubuh dominan dengan bentuk panjang dan menggantung. Kambing jantan dan betina bertanduk dengan ukuran kecil sampai sedang, mengarah ke atas dan ke belakang.

Untuk sifat Kuantitatif (ukuran permukaan tubuh dan bobot badan) ditampilkan pada tabel berikut
No
Sifat
Satuan
Jantan
Betina
1
Tinggi Pundak
cm
76,20 + 1,6
68,89 + 1,3
2
Panjang Badan
cm
81,56 + 1,5
50,40 + 2,9
3
Lingkar Dada
cm
73,73 + 7,1
76,51 + 1,7
4
Lebar Dada
cm
22,45 + 0,3
21,52 + 0,4
5
Dalam Dada
cm
40,96 + 1,2
38,59 + 1,0
6
Panjang Telinga
cm
22,90 + 0,8
20,20 + 0,8
7
Panjang Ekor
cm
19,00 + 0,7
17,00 + 0,7
8
Bobot Badan
kg
70,43 + 2,2
40,98 + 1,3

Kambing Lakor memiliki daya adaptasi yang baik dan daya tahan penyakit yang cukup baik. Sifat reproduksi yang dimiliki oleh kambing ini adalah sebagai berikut: dewasa kelamin (6-7 bln),  umur beranak pertama (14–17 bln), lama bunting (144–155 hari), jumlah anak sekelahiran (1,3–1,6 ekor), lama berahi (24–30 jam), siklus berahi (14–21 hari), berahi setelah beranak (70–90 hari), memiliki sifat keindukan yang baik dan musim kawinnya sepanjang tahun. [*hcm*]

2 komentar:

  1. Terima kasih atas informasinya. Info ini sangat menarik untuk dijadikan bahan refensi saya.

    BalasHapus