....Selamat Datang Di Blog Wasbitnak, Menuju Wasbitnak Profesional ....Selamat Datang Di Blog Wasbitnak, Menuju Wasbitnak Profesional....

Selasa, 03 September 2013

Artikel

Itik Talang Benih, Prospek Unggulan Peternakan
Di Provinsi Bengkulu

Tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengetahui tentang jenis itik yang satu ini, Itik Talang Benih. Mendengar dari istilah katanya, itik ini berasal dari daerah Kelurahan  Talang Benih Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Asal muasal ternak ini adalah persilangan antara itik Jawa dengan itik lokal yang ada di daerah Talang Benih dan sudah berpuluh-puluh tahun yang lalu dan beradaptasi dengan baik di lingkungan tempat hidupnya.
Ilustrasi:Kompas.com
Dilihat dari wilayah sebaran itik ini, banyak berada di Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, Kepahiang dan Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu. Masyarakat Bengkulu sekarang bisa berbangga hati, karena pada tanggal 10 Agustus 2012 melalui Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Perbibitan Ternak, telah menetapkan Itik Talang Benih sebagai salah satu Rumpun Ternak Indonesia berdasar Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2836/Kpts/LB.430/8/2012 tentang Penetapan Rumpun Itik Talang Benih. Di dalam surat keputusan tersebut salah satunya disebutkan bahwa Itik Talang Benih sebagai salah satu rumpin itik lokal Indonesia dan sebagai kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia, harus dilindungi dan dilestarikan. Sebagaimana telah diketahui Sumber Daya Genetik Hewan sesuai  Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 48 Tahun 2011 tentang Sumber Daya Genetik Hewan Dan Perbibitan Ternak, yang disebut dengan Sumber daya genetik hewan yang selanjutnya disebut SDG Hewan adalah hewan atau material genetiknya, tetapi tidak termasuk ikan atau material genetiknya, yang mengandung unit-unit yang berfungsi sebagai pembawa sifat keturunan, baik yang bernilai aktual maupun potensial, yang dapat dipergunakan untuk menciptakan rumpun atau galur baru.
Masih berdasar PP Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2011, selanjutnya yang disebut dengan SDG Hewan lokal adalah SDG Hewan hasil persilangan atau introduksi yang telah beradaptasi dan berkembangbiak pada lingkungannya. SDG Hewan introduksi adalah SDG Hewan yang dimasukkan dari luar negeri, baik yang sudah maupun yang belum terbukti dapat beradaptasi dengan lingkungan di Indonesia.
Beberapa karakter yang bisa kita lihat dan dimiliki oleh Itik Talang Benih antara lain terdiri dari sifat kualitatif dan kuantitatif. Sifat kualitatif itik dewasa bisa dilihat dari 1). postur tubuh pendek, tidak terlalu tegak, membentuk sudut 45 derajat. 2). Warna kepala sampai leher pada jantan : putih sampai cokelat, sedangkan yang betina : cokelat kehitaman. Warna dada pada jantan : putih, pada betina : cokelat sampai putih. Warna badan pada jantan : abu-abu, betina : brajangan hitam sampai brajangan cokelat. Warna ekor pada jantan : hitam sampai hitam kekuningan, sedangkan betina : cokelat brajangan hitam, hitam sampai hitam kekuningan. Warna kaki pada jantan : merah, pada betina : hitam, hitam kekuningan, merah, kuning. Warna paruh pada jantan : hijau sampai hitam, pada betina : hitam, cokelat kekuningan, kuning sampai hijau. Warna sayap pada jantan : hitam mengkilap, pada betina hitam, cokelat, putih, sampai hitam kekuningan. Sifat kuantitatif itik dewasa yang dimiliki antara lain : 1). Bobot badan jantan : 1,8 ± 0,2 kg, betina : 1,6 ± 0,2 kg. 2). Produksi telur 200-250 butir per tahun. 3). Puncak produksi telur 90%. 4). Bobot telur 72,5 ± 2,6 gram. Sifat reproduksi antara lain : 1). Umur dewasa kelamin : 6,5 ± 1,6 bulan. 2). Lama produksi telur : 2,5 – 3 tahun.
Kita semua patut berharap dengan adanya penetapan rumpun Itik Talang Benih ini akan bisa menjadi tambahan kekayaan bagi bangsa Indonesia di bidang peternakan dan menjadi  sumber daya genetik ternak lokal kita. Dengan ini juga kita berharap produksi telur maupun daging lokal bisa kita penuhi melalui diversifikasi pangan tanpa meggantungkan konsumsi salah satu daging yang relatif mahal harganya. Itik Talang Benih juga harus terus disosialisasikan pada masyarakat Indonesia dan jangan sampai diambil hak patennya oleh negara luar.(str/admin)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar