....Selamat Datang Di Blog Wasbitnak, Menuju Wasbitnak Profesional ....Selamat Datang Di Blog Wasbitnak, Menuju Wasbitnak Profesional....

Jumat, 05 Juli 2013

Domba Kisar

Domba Kisar merupakan salah satu rumpun domba lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di kabupaten Maluku Barat Daya , Provinsi Maluku dan telah dibudidayakan secara turun-temurun, yang  merupakan kekayaan sumber daya genetik ternak asli Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan

Domba Kisar mempunyai keseragaman bentuk fisik dan komposisi genetik serta kemampuan adaptasi dengan baik pada keterbatasan lingkungan dan mempunyai ciri khas yang berbeda dengan rumpun domba asli atau domba lokal lainnya.

Karakteristik domba Kisar berdasarkan  Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 2913/Kpts/OT.140/6/2011 Tentang Penetapan rumpun domba Kisar, terbagi menjadi 2 yakni secara kualitatif dan kuantitatif:

Sifat kualitatif domba Kisar yaitu warna tubuh dominan: kombinasi warna polos dan belang putih –hitam; warna kepala didominasi hitam dan belang putih dengan warna sekitar mata umumnya hitam; telinga mengikuti warna tubuh dominan. Bentuk tanduk jantan berukuran tanduk sedang dan panjang dengan bentuk melingkar atau mengarah ke depan dan ke luar, sedangkan betina tidak bertanduk. Telinga terlihat sedang agak menggantung dengan garis muka cembung dan garis punggung agak cekung. Ekor berukuran sedang dengan panjang 4-9 cm  


Untuk sifat Kuantitatif yaitu bobot badan, produksi telur, puncak produksi telur, bobot telur, dan konsumsi ransum Domba dewasa dapat dilihat pada tabel berikut
No
Sifat
Satuan
Jantan
Betina
1
Tinggi Pundak
cm
62,93 + 3,4
57,81 + 4,2
2
Panjang Badan
cm
52,88 + 6,4
50,40 + 2,9
3
Lingkar Dada
cm
74,73 + 7,1
66,55 + 5,2
4
Lebar Dada
cm
16,08 + 2,9
14,52 + 1,9
5
Dalam Dada
cm
29, 96 + 2,1
26,50 + 1,9
6
Bobot Badan
kg
29,43 + 6,7
21,74 + 4,53

Domba Kisar memiliki daya adaptasi yang baik dan daya tahan penyakit yang cukup baik. Sifat reproduksi yang dimiliki oleh domba ini adalah sebagai berikut: dewasa kelamin (10 -12 bln),  umur beranak pertama (15–17 bln), lama bunting (5 bln), jumlah anak sekelahiran (1–2 ekor), lama berahi (24–30 jam), siklus berahi (14–19 hari), berahi setelah beranak (2,5 – 3 bln), memiliki sifat keindukan yang baik dan musim kawinnya sepanjang tahun. [*hcm*]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar